Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Jadi Talabah di Iran: Dari bangku pengajian sampai puncak karier keagamaan

Gambar
Buat kamu yang penasaran gimana jalan karier seorang pelajar agama (talabah) di Iran — dari langkah pertama sampai kalau beruntung bisa mencapai posisi tertinggi — berikut rangkuman lengkap, gampang dibaca, dan berdasar sumber-sumber umum tentang sistem hawza (seminari) Syiah di Iran. 1. Siapa itu talabah ? Talabah (jamak: talabah/talabeh) adalah sebutan untuk pelajar yang belajar di hawza — lembaga pendidikan agama Syiah (seminary). Mereka biasanya muda, tinggal dekat seminary (mis. Qom atau Najaf untuk komunitas Syiah), dan menempuh pendidikan agama penuh waktu dengan guru-guru (mudarris) yang mengajar teks-teks klasik fiqh, usul fiqh, bahasa Arab, tafsir, dan filsafat Islam.  2. Struktur pendidikan: tahap demi tahap Secara tradisional hawza terbagi menjadi tiga/empat tingkatan besar — meskipun istilah dan rincinya bisa sedikit berbeda antar hawza: Muqaddimat / Introductory (tingkat persiapan) — fondasi: bahasa Arab, tata bahasa, logika dasar, pengantar kitab klasik. Durasi: ...

Memahami Konsep Wilayatul Faqih: Kepemimpinan Faqih dalam Islam dan Implikasinya Secara Global

Gambar
Apa Itu Wilayatul Faqih? Wilayatul Faqih adalah konsep teologis dan yurisprudensial dalam pemikiran Islam Syiah yang menetapkan bahwa seorang faqih (ulama ahli hukum Islam) yang memenuhi syarat memiliki otoritas untuk memimpin masyarakat, terutama dalam ketiadaan Imam Maksum. Konsep ini menjadi landasan sistem pemerintahan Republik Islam Iran dan dipopulerkan oleh Imam Khomeini. Apakah Wilayatul Faqih Berlaku untuk Seluruh Dunia? Secara prinsip syariat, wilayah kekuasaan seorang wali faqih tidak dibatasi oleh batas geografis. Artinya, seorang wali faqih secara hukum Islam dapat memimpin seluruh komunitas Muslim di dunia, selama tidak ada hambatan eksternal. Namun, dalam praktiknya, hal ini sulit diwujudkan karena: Negara-negara lain menganggapnya sebagai intervensi dalam urusan dalam negeri mereka. Tidak realistis bagi seorang faqih di Timur untuk menetapkan kebijakan bagi masyarakat di Barat, dan sebaliknya. Apakah Semua Ulama Merupakan Wali Faqih? Jawabannya tergantung pada dua kon...

Basij dan Komando Perang Non-Fisik: Strategi Imam untuk Masa Depan Revolusi

Gambar
Setelah berakhirnya perang delapan tahun antara Iran dan Irak, Imam Khomeini mengeluarkan sebuah komando yang tidak lagi berfokus pada senjata dan medan tempur fisik, melainkan pada bentuk baru peperangan: perang pemikiran dan keyakinan. Dalam pidatonya pada 2 Azar 1367 (23 November 1988), beliau menyampaikan bahwa perang masa depan bukan lagi soal peluru dan meriam, melainkan soal ideologi, moral, dan kesadaran. Peralihan Strategi: Dari Senjata ke Pemikiran Imam Khomeini menyadari bahwa meskipun perang militer telah usai, ancaman terhadap nilai-nilai revolusi Islam belum berakhir. Menurut beliau, selama masih ada kekufuran dan kesyirikan, maka perjuangan akan terus berlangsung. Oleh karena itu, beliau memerintahkan agar Basij—organisasi paramiliter rakyat—bertransformasi dari struktur militer menjadi kekuatan intelektual dan spiritual. Empat senjata utama yang harus dimiliki oleh para pejuang dalam perang non-fisik ini adalah: Akhlak : Etika dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai ...

Kekuatan Militer Iran: Mengenal Basij, Pasdaran, Artesh, dan Niro Entezami

Gambar
Iran dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pertahanan dan keamanan yang unik. Tidak seperti banyak negara lain yang hanya mengandalkan militer konvensional, Iran memiliki beberapa lapisan kekuatan militer dan aparat keamanan dengan peran dan tugas yang berbeda. Keempat elemen utama ini adalah Basij , Pasdaran (IRGC) , Tentara Konvensional (Artesh) , dan Polisi Nasional (Niro Entezami/NAJA) . Artikel ini akan mengulas masing-masing dari mereka, mulai dari fungsi, jumlah personel, hingga peran strategisnya dalam menjaga keamanan dan stabilitas Republik Islam Iran. Basij: Kekuatan Relawan Ideologis Basij adalah organisasi paramiliter berbasis sukarelawan yang berada di bawah kendali Pasdaran dan Pemimpin Tertinggi Iran. Didirikan setelah Revolusi 1979, Basij menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga moral publik, menegakkan norma sosial, serta mengawasi ketaatan pada hukum Islam. Selain itu, Basij juga terlibat dalam operasi keamanan internal, penindakan protes, dan bahkan pe...

Basij di Iran: Antara Identitas Militer dan Keterlibatan Politik

Gambar
Basij, sebuah organisasi yang tersebar luas di seluruh Iran, telah lama menjadi subjek perdebatan publik—terutama terkait peranannya dalam politik. Dengan struktur komando yang mencakup pangkat tinggi seperti kolonel dan brigadir jenderal, serta akses terhadap senjata api seperti Kalashnikov, granat, dan RPG, pertanyaan mendasar pun muncul: apakah Basij adalah kekuatan militer, dan jika ya, apakah pantas mereka terlibat dalam politik? Basij: Militer atau Sipil? Para pendukung keterlibatan Basij dalam politik berargumen bahwa Basij bukanlah institusi militer formal, melainkan kumpulan rakyat biasa yang berorganisasi. Karena itu, mereka merasa tidak melanggar larangan Imam Khomeini (rah) yang menegaskan bahwa militer tidak boleh ikut campur dalam urusan politik. Namun, jika kita merujuk pada definisi umum kekuatan militer—yaitu organisasi yang memiliki: Struktur komando yang hierarkis Personel yang terorganisir Akses terhadap senjata api ...maka Basij jelas memenuhi semua kriteria terseb...

Mengapa Perbedaan Hari Lahir Rasulullah Disebut Minggu Persatuan di Iran?

Gambar
Dalam tradisi Islam, terdapat perbedaan pendapat mengenai tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mayoritas umat Sunni memperingati Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabiul Awal, sementara kalangan Syiah merayakannya pada tanggal 17 Rabiul Awal. Perbedaan ini kerap menjadi potensi perpecahan jika tidak dikelola dengan bijak. Namun, di Iran, perbedaan tersebut justru dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat persatuan umat Islam melalui konsep  Haft-e Vahdat  atau Minggu Persatuan. Berdasarkan penjelasan Ayatullah Sidi Reza Husaini Mazandarani, seorang ulama dan pengasuh pesantren di Iran, pemerintah Republik Islam Iran mengambil kebijakan yang brilian dan abadi dengan menetapkan rentang waktu antara 12 hingga 17 Rabiul Awal sebagai Minggu Persatuan. Langkah ini bertujuan untuk menangkal upaya-upaya musuh Islam yang berusaha menciptakan perpecahan antara Sunni dan Syiah. Dengan menjadikan seluruh rentang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai minggu perayaan, semua Muslim—tanpa mema...

Evolusi Pakaian Rohaniwan Islam: Dari Tradisi Hingga Identitas

Gambar
Sejak zaman dahulu, pakaian dan busana telah menjadi simbol identitas dan status sosial seseorang. Pada periode-periode tertentu, pakaian bahkan menjadi pembeda antar berbagai profesi; dengan melihat cara seseorang berpakaian, orang dapat mengenali pekerjaannya. Setiap era juga memiliki gaya busana yang khas. Sebagai contoh, gaya busana pria dan wanita pada era Safawi berbeda dengan era Qajar, dan bahkan berbeda lagi dengan era kontemporer. Sejarah Busana pada Masa Safawi dan Qajar Dr. Farshad Foruzesh, seorang akademisi, menjelaskan tentang pakaian masyarakat pada masa Safawi: "Pria Iran kala itu mengenakan 'tonban' (sejenis celana panjang berlapis) yang mencapai pergelangan kaki, bukan celana seperti sekarang. Baju mereka panjang, hingga ke lutut, dan ujung bajunya dibiarkan di luar tonban. Baju ini terbuka di bagian dada sebelah kanan dengan belahan hingga pusar, dan memiliki belahan di kedua sisi bagian bawah, namun tidak berkerah dan hanya memiliki leher polos. Di ata...

Keharusan Hijab di Iran: Antara Hukum Islam dan Aturan Sosial

Gambar
Isu hijab wajib di Iran sejak lama menjadi bahan perbincangan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Banyak yang mempertanyakan: “Mengapa perempuan Iran harus berhijab? Bukankah Al-Qur’an menyatakan ‘tidak ada paksaan dalam agama’ (لا اکراه فی الدین)?” Untuk menjawab pertanyaan ini, sejumlah ulama dan pemikir Islam di Iran memberikan penjelasan yang menarik terkait konsep hijab dan aturan berpakaian. Hijab Wajib atau Pakaian Wajib? Menurut penjelasan Hujjatul Islam Raji, sering terjadi kesalahpahaman ketika orang menyebut Iran memberlakukan hijab wajib . Yang sebenarnya berlaku adalah aturan berpakaian wajib (dress code) . Hijab dalam definisi Islam berarti menutup aurat sesuai syariat: rambut perempuan tidak boleh terlihat, lengan hingga pergelangan tangan tidak boleh terbuka, dan pakaian harus menutup tubuh secara pantas. Namun, aturan yang diterapkan di Iran bukan sekadar penegakan hijab total , melainkan aturan batasan minimum berpakaian di ruang publik. Sebagai contoh, jika...

Pemisahan Sekolah antara Laki-laki dan Perempuan di Iran: Keunggulan dan Kekurangannya

Gambar
Apa itu pemisahan gender di sekolah? Pemisahan gender di sekolah berarti siswa laki-laki dan perempuan belajar di lingkungan terpisah—baik di ruang kelas, fasilitas, maupun interaksi sosial sehari-hari. Di Iran, kebijakan ini berlaku hingga jenjang universitas dan dianggap sejalan dengan norma-norma sosial dan agama resmi negara. Keunggulan Pemisahan Gender Perlindungan moral dan ketentraman psikologis keluarga Bagi keluarga religius, pemisahan diyakini dapat mencegah interaksi yang tidak diinginkan antara siswa laki-laki dan perempuan. Hal ini dianggap dapat mengurangi godaan hubungan pra-nikah dan memberi ketenangan pikiran bagi orang tua. Kepatuhan terhadap nilai budaya dan agama Sekolah terpisah dipandang menegakkan ajaran Islam yang menekankan batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan di usia remaja. Metode pengajaran yang disesuaikan Ada pendapat bahwa pemisahan memungkinkan guru menyesuaikan teknik mengajar dengan gaya belajar menurut gender, sehingga dapat men...

Jenjang Karir Pelajar Agama di Iran: Dari Talabeh hingga Akhund dan Seterusnya

Gambar
Di Iran, yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk Syiah Ithna Asyariyah (Dua Belas Imam), sistem pendidikan agama memainkan peran sentral dalam membentuk ulama dan pemimpin masyarakat. Pendidikan ini berlangsung di hawza ilmiah (seminary Islam), terutama di kota suci seperti Qom dan Mashhad. Jenjang karir seorang pelajar agama, yang disebut talabeh, dimulai dari tingkat dasar dan bisa mencapai posisi tertinggi seperti ayatollah uzma atau bahkan pemimpin agung negara. Artikel ini akan membahas secara rinci jalur karir tersebut, termasuk tahapan pendidikan, gelar yang diperoleh, dan prospek karir lanjutan. Latar Belakang Sistem Hawza di Iran Hawza ilmiah di Iran telah berkembang sejak abad ke-10 M, tetapi bentuk modernnya dimulai pada awal abad ke-20, khususnya dengan pendirian Hawza Qom oleh Syekh Abdul Karim Ha'iri Yazdi pada 1922. Setelah Revolusi Islam 1979, hawza menjadi bagian integral dari sistem pemerintahan Republik Islam Iran, di mana ulama tidak hanya berperan sebag...

Ilmu di Bintang Soraya dan Orang Persia: Dari Hadis Hingga Kenyataan di Iran

Gambar
Ada sebuah hadis Nabi Muhammad ﷺ yang sering disebut dalam literatur Islam, bunyinya kira-kira: “Seandainya ilmu itu berada di bintang Tsurayya (bintang Soraya/pleiades), niscaya orang-orang dari Persia yang akan meraihnya.” Hadis ini diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis, misalnya Sahih Bukhari , Musnad Ahmad , dan lainnya, dengan redaksi yang sedikit berbeda. Namun makna umumnya sama: bangsa Persia memiliki kemampuan luar biasa dalam menuntut dan mengembangkan ilmu, bahkan jika ilmu itu terasa jauh sekali. Tafsir Hadis Para ulama memahami hadis ini sebagai isyarat bahwa bangsa Persia memiliki potensi istimewa dalam bidang ilmu pengetahuan, filsafat, dan peradaban. Bukan hanya soal etnis, tetapi semangat mencari ilmu yang menjadi karakter masyarakat Persia sejak masa silam. Sejarah pun membuktikan: banyak ulama besar Islam yang lahir dari Persia, seperti Imam Bukhari , Imam Muslim , Imam Tirmidzi , Al-Farabi , Ibnu Sina (Avicenna) , Al-Khawarizmi , dan lain-lain. Mereka meletakkan...

Jenjang Pendidikan Hauzah Ilmiah di Iran dan Perbandingannya dengan Pondok Pesantren di Indonesia

Gambar
Hauzah Ilmiah adalah pusat pendidikan tinggi Islam di Iran, yang memiliki sejarah panjang dan tradisi yang kaya. Sistem pendidikannya berbeda dengan pondok pesantren di Indonesia, meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mendidik generasi muda menjadi ulama dan cendekiawan Muslim. Jenjang Pendidikan di Hauzah Ilmiah Iran Secara umum, jenjang pendidikan di Hauzah Ilmiah Iran terbagi menjadi tiga tingkatan utama: Muqaddamat (Pra-syarat) : Tingkat ini merupakan dasar bagi para calon pelajar Hauzah. Mereka mempelajari bahasa Arab, logika, dan prinsip-prinsip dasar agama Islam. Biasanya, tingkat ini berlangsung selama 2-3 tahun. Sutuh (Menengah) : Pada tingkat ini, para pelajar mulai mempelajari fikih (hukum Islam), usul fikih (metodologi hukum Islam), dan ilmu-ilmu keislaman lainnya secara lebih mendalam. Tingkat ini biasanya berlangsung selama 4-6 tahun. Kharij (Tinggi) : Tingkat ini adalah tingkat tertinggi dalam pendidikan Hauzah. Para pelajar mempelajari berbagai mazhab fikih...